Bagi pengelola jurnal di Indonesia, menembus akreditasi SINTA (Science and Technology Index) adalah pencapaian krusial. Peringkat SINTA tidak hanya mendongkrak reputasi institusi, tetapi juga menjadi magnet bagi para peneliti dan dosen yang membutuhkan nilai angka kredit (KUM) tinggi untuk karir akademik mereka.
Namun, proses akreditasi ini terkenal ketat. Banyak pengelola jurnal yang sudah mengorbankan waktu dan tenaga, namun berujung pada penolakan atau stagnan di peringkat bawah. Berdasarkan pengalaman kami mendampingi ratusan institusi akademik, kegagalan ini sering kali bukan disebabkan oleh kualitas artikel yang buruk, melainkan masalah tata kelola sistem dan manajerial.
Berikut adalah 7 kesalahan fatal yang paling sering membuat jurnal gagal tembus akreditasi SINTA, serta langkah tepat untuk mencegahnya.
1. Website Jurnal Sering Down dan Lambat Diakses
Ini adalah kesalahan teknis yang paling tidak bisa dimaafkan. Bayangkan jika asesor SINTA sedang mengevaluasi jurnal Anda, namun website tiba-tiba error atau memuat halaman dengan sangat lambat. Asesor tidak memiliki waktu untuk menunggu. Jika website tidak dapat diakses dengan stabil, kredibilitas jurnal Anda akan langsung jatuh.
-
Solusi: Jangan gunakan hosting kampus yang spesifikasinya dibagi dengan ratusan website lain. Gunakan Hosting Terkelola khusus OJS yang menjamin uptime tinggi dan mampu menangani lonjakan pengunjung.
2. Proses Peer-Review Tidak Terekam di Dalam Sistem OJS
Asesor SINTA sangat memperhatikan rekam jejak proses editorial. Kesalahan umum pengelola jurnal adalah melakukan proses review dan revisi naskah melalui email atau WhatsApp, lalu hanya mengunggah hasil akhirnya ke OJS. Di mata asesor, jurnal yang proses review-nya tidak terekam secara digital di dalam sistem OJS dianggap cacat prosedur.
-
Solusi: Disiplinkan seluruh author, editor, dan reviewer untuk beraktivitas hanya di dalam platform. Manfaatkan fitur alur kerja (workflow) yang ada di Open Journal Systems.
3. Masih Bertahan dengan Versi OJS yang Usang
Menggunakan OJS versi lama (seperti OJS 2.x) tidak hanya membuat tampilan jurnal terlihat jadul, tetapi juga rentan terhadap celah keamanan (serangan spam/hacker). Selain itu, OJS versi lama memiliki antarmuka yang kurang responsif saat diakses melalui smartphone, yang mana akan mengurangi poin penilaian kelayakan tampilan jurnal.
-
Solusi: Segera lakukan pembaruan ke OJS 3.x. Versi terbaru memiliki desain yang jauh lebih ramping, alur editorial yang dinamis, dan sistem keamanan yang lebih mutakhir.
4. Format Artikel dan Sitasi yang Berantakan
Kualitas copyediting dan tata letak (layout) mencerminkan seberapa serius Anda mengelola jurnal. Ketidakkonsistenan dalam penggunaan huruf kapital, salah ketik (typo), format PDF yang tidak rapi, hingga gaya penulisan daftar pustaka yang tidak seragam akan sangat merugikan penilaian pada aspek substansi dan gaya selingkung.
-
Solusi: Pastikan Anda memiliki tim copyeditor dan layouter yang teliti. Jika tim internal kewalahan, menggunakan layanan Manajemen Editorial Profesional adalah investasi yang sepadan.
5. Tampilan Website Kaku dan Navigasi Membingungkan
Asesor SINTA akan menilai kejelasan informasi di halaman depan jurnal Anda. Kesalahan fatal yang sering terjadi adalah: menu Author Guidelines yang sulit ditemukan, tautan yang mati (broken links), dewan redaksi (Editorial Team) yang tidak dicantumkan lengkap dengan afiliasinya, hingga ketiadaan keterangan lisensi hak cipta (Creative Commons).
-
Solusi: Rombak tampilan jurnal Anda. Gunakan tema kustom yang profesional, bersih, dan menonjolkan navigasi informasi esensial agar asesor mudah menemukan apa yang mereka cari.
6. Jadwal Terbit yang Tidak Konsisten
Sebuah jurnal menjanjikan terbit dua kali setahun (misalnya April dan Oktober), namun edisi Oktober baru diterbitkan pada bulan Desember. Inkonsistensi dan keterlambatan terbitan ini menunjukkan bahwa manajemen redaksi berjalan dengan buruk dan kekurangan pasokan naskah. Hal ini sangat memengaruhi nilai manajemen dalam instrumen akreditasi.
-
Solusi: Rencanakan alur call for papers jauh hari. Otomatisasi notifikasi reminder kepada reviewer di dalam OJS agar proses evaluasi naskah tidak mandek.
7. Kurangnya Diversitas Penulis dan Editor
SINTA memberikan poin tinggi bagi jurnal yang berhasil menarik penulis dan editor dari berbagai institusi, bahkan dari luar negeri. Jika jurnal Anda (misalnya diterbitkan oleh Kampus A) hanya berisi tulisan dari dosen Kampus A, dan dewan redaksinya juga hanya berisi orang-orang dari Kampus A, maka jurnal tersebut dianggap sebagai “jurnal internal” dan sulit mendapat peringkat SINTA yang tinggi.
-
Solusi: Perluas jejaring akademis Anda. Undang pakar dari institusi atau negara lain untuk menjadi dewan penasihat atau reviewer tamu.
Jangan Biarkan Kerja Keras Anda Gugur karena Kendala Teknis!
Mempersiapkan akreditasi SINTA memang membutuhkan energi ekstra, tetapi Anda tidak perlu melakukannya sendirian.
Sebagai penyedia solusi teknologi penerbitan berstandar global, MYOJS hadir dengan layanan khusus Pendampingan Akreditasi SINTA. Mulai dari penyediaan hosting yang anti-lelet, migrasi ke OJS 3 yang aman, kustomisasi tema profesional, hingga evaluasi kesiapan editorial yang akan didampingi langsung oleh asesor dan pengelola jurnal SINTA 1 & 2.


